KLIKBERITATV.COM, Tangerang – Proyek pembangunan drainase di RT 03/RW 04, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh CV Grudug Construction dengan anggaran APBD sebesar Rp98.945.000, menuai sorotan.minggu.(19/07/2026)
Proyek tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis, sehingga memunculkan kritik dari kalangan masyarakat dan aktivis.
Ketua Umum LSM KDM, Seprian, menilai terdapat sejumlah pekerjaan yang patut dievaluasi. Menurutnya, pemasangan U-Ditch semestinya menggunakan dudukan mortar agar konstruksi memiliki daya dukung yang kuat dan sesuai dengan spesifikasi teknis. Selain itu, ia juga menyoroti posisi tutup U-Ditch yang dinilai lebih tinggi dari bahu jalan.
“Jika benar pemasangan dilakukan tanpa dudukan mortar dan posisi tutup U-Ditch lebih tinggi dari bahu jalan, tentu hal ini harus menjadi perhatian serius. Kualitas pekerjaan harus mengutamakan aspek teknis, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” ujar Seprian.
Di lokasi proyek, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak melihat adanya aktivitas pekerjaan pada Sabtu. Menurutnya, sehari sebelumnya diduga terjadi kecelakaan kerja yang menimpa salah seorang pekerja.
“Pada hari Jumat, ada pekerja yang kakinya tertimpa U-Ditch hingga kukunya copot. Mungkin karena itu keesokan harinya tidak ada aktivitas. Biasanya mereka bekerja sampai menjelang malam,” ungkap warga.
Menanggapi informasi tersebut, Seprian menilai insiden itu perlu menjadi perhatian pihak pelaksana proyek. Ia menduga penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) belum berjalan secara optimal, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh para pekerja.
“Apabila benar terjadi kecelakaan kerja, maka pelaksana proyek wajib melakukan evaluasi menyeluruh. Keselamatan pekerja merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.
Setiap pekerja harus dibekali APD dan bekerja sesuai prosedur keselamatan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mendesak dinas terkait beserta konsultan pengawas agar segera turun ke lapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan, memastikan proyek dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, serta menindaklanjuti apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Grudug Construction maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pekerjaan yang disampaikan oleh aktivis maupun warga.
Penulis : Red








