Usai Bupati Tangerang Melintas, Gunung Sampah di Teluknaga Tetap Perkasa

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai Bupati Tangerang Melintas, Gunung Sampah di Teluknaga Tetap Perkasa

KLIKBERITATV.COM, TANGERANG – Viral di media sosial, ternyata tak otomatis viral di lapangan. Itulah yang mungkin tengah dirasakan warga Salembaran, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sebuah tumpukan sampah yang begitu “megah” masih setia menemani sisi jalan raya hingga Kamis, 26 Maret 2026, meski sehari sebelumnya sudah diabadikan dalam video yang tersebar luas.

Jika berkendara di sepanjang jalan Salembaran menuju Kampung Melayu, pemandangan yang “menyegarkan” mata dalam tanda kutip yang sangat tebal akan menyambut. Namun disuguhkan dengan tumpukan sampah yang membentang panjang. Kantong plastik warna-warni, sisa makanan yang sudah tak jelas bentuknya, dan limbah rumah tangga bergulung-gulung menjadi satu simfoni kekacauan yang sulit diabaikan.

Namun, keindahan visual “tumpukkan” ini ternyata belum lengkap tanpa sentuhan aksesoris alamiah. Hujan atau genangan air tampaknya telah memberikan sentuhan akhir: jalanan di sekitarnya berubah menjadi arena air Lindi licin yang memanjang. Genangan air keruh, bercampur lindi dari sampah, mengalir manis menuju badan jalan. Seolah alam sedang membuat parit dadakan yang sayang jika dilewatkan.

Baca Juga :  Perkuat Organisasi, Usai Gelar Halal Bihalal ,LPM Kota Tangerang Segera Evaluasi Kepengurusan

“Haduuh, Tangerang semakin gemilang, Tangerang semakin gemilang,” ujar Ardiansyah, seorang warga, dalam video yang dibagikannya dengan nada yang terdengar seperti pujian, namun menyimpan pesan yang menusuk.

Ia pun menyoroti satu ironi klasik: “Ini di Kabupaten Tangerang begini amat, katanya kemarin Bupati Tangerang baru lewat sini, mana, gak dibersihin.”

Store-nya (ceritanya) memang begitu: seorang pejabat daerah melintas, kamera ponsel warga berbunyi, ekspektasi publik naik. Tapi hingga Kamis siang, tak ada sapu, tak ada truk sampah, tak ada gerakan. Hanya ada tumpukan sampah yang tetap gagah berdiri, seolah menertawakan janji yang hanya lewat dalam hitungan detik.

Baca Juga :  60 Bus Angkut 2.992 Pemudik Gratis dilepas oleh Forkopimda Kota Tangerang di Terminal Poris Plawad

Kondisi ini bukan hanya soal estetika yang memprihatinkan. Lebih dari itu, bau tak sedap yang menyengat sudah menjadi “parfum” gratis bagi pengguna jalan dan warga sekitar. Lalu lintas pun mulai terganggu, karena tumpukan itu dengan santai memakan sebagian badan jalan. Belum lagi potensi penyakit yang siap menjadi “buah tangan” bagi warga yang terpaksa beraktivitas di tengah tumpukan itu.

Pertanyaan besarnya kini bukan lagi soal apakah sampah itu ada, melainkan: apakah “gemilang” yang dimaksud dalam seruan warga itu adalah julukan baru untuk tumpukan sampah yang dibiarkan berjaya di Teluknaga? Semoga petugas kebersihan segera menemukan jalannya, sebelum kata “gemilang” berubah menjadi eufemisme untuk kelalaian.

Penulis : zhun

Berita Terkait

Digelar Sangat Tipis, Aktivis Minta Camat Panongan Agar Proyek Hotmix di Mekarbakti Segera Digelar Ulang
Pelaksanaan Proyek Turap di Bojong Nangka Sudah Sesuai Prosedur, LipanHam : Kritik Harus Sesuai Fakta Jangan Tendensius atau Pendapat Pribadi
Hendra Primitif Dorong Dinas Sosial dan Kesbangpol Rangkul Pengamen Jalanan, Ketua Komunitas Berharap Ada Perhatian Nyata dari Pemerintah
Galian Tanah Diduga Ilegal di Binong Belum Tersentuh Penindakan, Aktivis: Tegakkan Aturan, Jangan Hanya Datang ke Lokasi
Tegas: Gunawan LSM PEMI Angkat Bicara, Dugaan Galian Tanah Tanpa Izin di Jalan Raya Binong Dinilai Langgar Aturan
Semangat Gotong Royong Tak Pernah Padam, Warga Kampung Cijengir Swadaya Benahi Drainase Rusak
Hendra Primitif Apresiasi Komitmen Bupati Maesyal Rasyid dalam Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bukti Nyata Tanggung Jawab Pemerintah
CEO KlikBeritaTV Didin Baharudin Sampaikan Ucapan Selamat Hapy Milad kepada A. Kurniawan (Omesh), Ketua RW 07 Desa Cukanggalih 1
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:19 WIB

Digelar Sangat Tipis, Aktivis Minta Camat Panongan Agar Proyek Hotmix di Mekarbakti Segera Digelar Ulang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:38 WIB

Pelaksanaan Proyek Turap di Bojong Nangka Sudah Sesuai Prosedur, LipanHam : Kritik Harus Sesuai Fakta Jangan Tendensius atau Pendapat Pribadi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:47 WIB

Hendra Primitif Dorong Dinas Sosial dan Kesbangpol Rangkul Pengamen Jalanan, Ketua Komunitas Berharap Ada Perhatian Nyata dari Pemerintah

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:48 WIB

Galian Tanah Diduga Ilegal di Binong Belum Tersentuh Penindakan, Aktivis: Tegakkan Aturan, Jangan Hanya Datang ke Lokasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:39 WIB

Tegas: Gunawan LSM PEMI Angkat Bicara, Dugaan Galian Tanah Tanpa Izin di Jalan Raya Binong Dinilai Langgar Aturan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!