‎Hari Tani Nasional, Ketua DPC Demokrat Kota Tangerang Soroti Tata Kelola Tanah Di Kota Tangerang

Kamis, 25 September 2025 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Tangerang,Klikberitatv.com – Peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum penting bagi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang sekaligus Anggota DPRD Provinsi Banten Asep Hidayat, untuk menyoroti kebijakan pemerintah Kota Tangerang terkait tata kelola tanah yang dibunyikan di RUTR Daerah. Menurutnya, penghapusan lahan pertanian dari tata ruang telah berdampak signifikan pada sektor pertanian di Kota Tangerang.


“Pertanian di Kota Tangerang seolah-olah dianggap sudah tidak ada, padahal faktanya masih ada, malah masih ada ratusan hektar, bahkan petani holtikultura masih banyak di Kota Tangerang,” ujar Asep Hidayat.

‎Ia menekankan pentingnya reformasi agraria dan pemanfaatan lahan, bahkan di perkotaan. “Sejengkal tanah pun harus dimanfaatkan untuk bertani secara maksimal, ” ungkapnya.

‎Asep Hidayat juga menyayangkan lahan pertanian di Kota Tangerang yang sepertinya sudah dihapus dari tata ruang di Kota Tangerang.


‎Padahal reformasi agraria Nomor 5 Tanggal 24 September Tahun 1960 yang bertujuan mengatur struktur penguasaan tanah yang lebih adil dan menciptakan keadilan sosial dalam kepemilikan tanah dan pemanfaatan tanah.


‎”Bagaimana ketahanan pangan akan terwujud jika pemanfaatan tanah tidak dimaksimalkan apalagi merujuk pada semangat dalam asta cita yang selalu disemangati presiden Prabowo soal ketahanan pangan?” tanya Asep Hidayat.


‎Kenapa menjadi paradoks di Kota Tangerang, menurut pemikiran Asep Hidayat satu sisi pemerintah Kota Tangerang menghilangkan peta lahan pertanian. Disisi lain Asep Hidayat, tahu dan paham betul banyak rakyat yang menjadi profesi dalam menunjang kehidupan sehari-hari, mereka betul-betul melaksanakan pertanian, perkebunan, dan Holtikultura.


‎”Untuk Persawahan padi saja diprediksi Asep Hidayat lebih dari ratusan hektar, belum Holtikulturanya,” ujarnya.


Ini menjadi satu hal keheranan yang dirasakan oleh Asep Hidayat, ratapan dan harapan para petani di Kota Tangerang di antaranya mereka sangat sulit untuk menggarap sawah ataupun perkebunan yang selama ini memerlukan sarana penunjang termasuk alsintan, pupuk dan lain-lain.

‎Secara kebetulan, Asep Hidayat tanggal 22 September 2025 kunjungan kerja dan berkoordinasi dengan Pupuk Kujang di Kawarang Jawa Barat dan berkonsultasi menanyakan apakah betul Kota Tangerang sudah tidak memiliki kuota pupuk bersubsidi, ternyata menurut pendapat dari yang mewakili Pupuk Kujang, betul bahwa di dewan pupuk Nasional untuk di Kota Tangerang sudah tidak ada lagi bantuan pupuk atau alsintan lainnya.


Tetapi dalam koordinasi, Asep Hidayat dengan pihak pupuk kujang betul untuk Kota Tangerang sudah tidak ada lagi pupuk dan alsintan.


Tentu Asep Hidayat, memberikan paparan yang faktual dan nyata, apa yang disampaikan itu salah besar, sehingga akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten.


“Supaya bisa dipahami faktanya bahwa petani masih ada dan masih banyak. Baik petani yang memiliki lahan sendiri atau lahan penggarap, lahan PT, lahan BUMN, lahan pemerintah, atau lahan-lahan lainnya,” tegasnya,Kamis (25/9/2025)

‎Bahkan kalaupun mengacu pada Perpres Nomor 62 Tanggal 3 Oktober 2023, yang mengacu pada reformasi agraria, juga bicara tentang pemberdayaan tanah secara ekonomi dan partisipasi masyarakat.

‎Dalam menunjang program presiden Prabowo terkait ketahanan pangan, Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan, Asep Hidayat juga menekankan pentingnya keberpihakan pada petani yang memanfaatkan lahan.


“Pemerintah harus berpihak pada petani yang memanfaatkan lahan untuk meningkatkan produksi pangan dan ketahanan pangan bahkan harapan dan tujuan utamanya adalah kemandirian pangan, Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan swasembada pangan, bahkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Tangerang,” tandasnya.

Baca Juga :  Pertama Kalinya, Anggota Satpol PP Non-PNS Diberikan Pelatihan Di Yonif 203

Berita Terkait

Pokja Wartawan Curug dan Polsek Curug Gelar Santunan Anak Yatim dan Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan
Warga Legok Datangi BPN Kabupaten Tangerang, Minta Kepastian Hukum Tanah Rumah Tinggal
Diduga Proyek Sarana Prasarana Tak Sesuai Spesifikasi di Medang, Aktivis Minta PPTK Kecamatan Pagedangan Mengevaluasi
RW Dipecat, Ketum AMPPL Indonesia : Jika Tidak Ada Bukti Bisa Fitnah dan Kena Pidana
Penuh Makna, Haflah Nuzulul Qur’an di Kota Tangerang Hadirkan Ustadz dan Qori-Qoriah Nasional
Puslitbang Polri Lakukan Penelitian Optimalisasi Pemberantasan Korupsi di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya
Warga Binong  Keluhkan Air Kali Berwarna Coklat, Diduga Terkait Proyek Pembangunan di Curug Wetan
Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: 4 Nyawa Melayang, Sopir Truk Ditemukan Meninggal di Dalam Kabin
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:38 WIB

Pokja Wartawan Curug dan Polsek Curug Gelar Santunan Anak Yatim dan Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:36 WIB

Warga Legok Datangi BPN Kabupaten Tangerang, Minta Kepastian Hukum Tanah Rumah Tinggal

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:16 WIB

Diduga Proyek Sarana Prasarana Tak Sesuai Spesifikasi di Medang, Aktivis Minta PPTK Kecamatan Pagedangan Mengevaluasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:24 WIB

RW Dipecat, Ketum AMPPL Indonesia : Jika Tidak Ada Bukti Bisa Fitnah dan Kena Pidana

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:04 WIB

Penuh Makna, Haflah Nuzulul Qur’an di Kota Tangerang Hadirkan Ustadz dan Qori-Qoriah Nasional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!