Program MBG Tercoreng Siswa SMK di Tangerang Temukan Ulat di Paket Makan Bergizi Gratis

Rabu, 29 April 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKBERITATV.COM, Tangerang | Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan tajam publik. Tujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan menekan angka stunting kini diuji oleh temuan mengejutkan di lapangan.

Seorang siswa di SMK Kabupaten Tangerang mengaku menemukan ulat dalam paket makanan MBG yang ia terima.

“Saya tidak tahu pak, tiba-tiba pas buka ada ulatnya,” ujar siswa tersebut dengan nada kaget.

Diduga Berasal dari Dapur SPPG Putri Kemuning
Paket makanan tersebut diketahui dikelola oleh dapur SPPG Putri Kemuning yang berlokasi di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Temuan ini langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan siswa dan orang tua. Program yang seharusnya menjamin kualitas gizi justru dipertanyakan dari sisi kebersihan dan keamanan pangan.

Baca Juga :  FSP KEP KSPSI Gelar Workshop, Jumhur Hidayat : Praktik Union Busting Akan Kami Cegah

“Tamparan Keras” bagi Program Nasional
Insiden ini dinilai sebagai krisis kepercayaan publik terhadap implementasi MBG di lapangan.

Bagaimana mungkin program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak justru menghadirkan risiko baru?

Pihak Dapur Akui Ada Keterbatasan
Menanggapi kejadian tersebut, penanggung jawab dapur, Intan, menyatakan bahwa bahan baku selalu dipesan harian sesuai prosedur, sehingga tidak ada penyimpanan yang berpotensi menurunkan kualitas.

Sementara itu, asisten lapangan Step mengungkapkan adanya keterbatasan dalam pengawasan:

Baca Juga :  Bangunan RKB SDN Kelapa Dua IV Diduga Nyaris Roboh, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Terkesan Bungkam

“Quality control dapur hanya dua orang, walaupun kadang dibantu relawan. Jadi mohon maaf apabila ada human error.”

Minim Pengawasan, Risiko Tinggi
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru: apakah standar pengawasan program sebesar MBG sudah memadai?

Dengan skala distribusi nasional, kualitas kontrol yang lemah berpotensi berdampak luas terhadap kesehatan penerima manfaat.

Desakan Evaluasi Total
Publik kini mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan:

Audit menyeluruh dapur penyedia MBG

Peningkatan standar higienitas dan kontrol kualitas

Transparansi dalam pengelolaan program

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait insiden tersebut.(red)

Penulis : red

Berita Terkait

Tumpukan Tanah Galian U-Dith Resahkan Pengguna Jalan dan Warga.
Miris! Kades Desa Ciakar Bungkam Terkait Proyek Rehabilitasi Pagar Kantor Desa, Diduga Abaikan Standar K3
Kecelakaan Taksi di Area Belakang Summarecon Serpong, Satu Korban Jiwa
Tak Sesuai Spesifikasi, Tegas: LSM PPUK Minta Pengawas Segera Evaluasi U-Ditch di Kelapa Dua
Kapolsek Ciledug Hadiri Peringatan Hari Kartini di Puri Beta 1
Diduga Proyek Drainase Yang Dikerjakan  Cv Sahabi Jaya Mandiri Disorot ,Dinilai Asal-Asalan dan Minim Pengawasan
Aktivis Mohamad Jembar Desak Pemkab Tangerang Segera Buat Perda Kelas Jalan
Fahrizal Asmi Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Tantang Pokja Wartawan Curug Untuk Berwirausaha.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:49 WIB

Tumpukan Tanah Galian U-Dith Resahkan Pengguna Jalan dan Warga.

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:08 WIB

Miris! Kades Desa Ciakar Bungkam Terkait Proyek Rehabilitasi Pagar Kantor Desa, Diduga Abaikan Standar K3

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:16 WIB

Kecelakaan Taksi di Area Belakang Summarecon Serpong, Satu Korban Jiwa

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:23 WIB

Tak Sesuai Spesifikasi, Tegas: LSM PPUK Minta Pengawas Segera Evaluasi U-Ditch di Kelapa Dua

Senin, 4 Mei 2026 - 12:30 WIB

Kapolsek Ciledug Hadiri Peringatan Hari Kartini di Puri Beta 1

Berita Terbaru

error: Content is protected !!