Tak Sesuai Spesifikasi, Tegas: LSM PPUK Minta Pengawas Segera Evaluasi U-Ditch di Kelapa Dua

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKBERITATV.COM, Tangerang – Proyek U-Ditch di RW 008 , Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan oleh CV Tiga Perkasa, diduga dilaksanakan tidak sesuai dengan spesifikasi standar dan kualitasnya. Selasa, 05/05/2026.

Dari hasil pengamatan Wartawan bahwa pemasangan U-Ditch dalam kondisi banjir, sehingga pada bagian Lapis Pondasi Bawah (LPB) dapat dipastikan tidak akan menggunakan dudukan mortar. Tentunya hal itu akan mempengaruhi masa pemanfaatannya, karena U-Ditch menjadi tidak stabil dan mudah rusak.

Lebih memprihatinkan lagi, para pekerja tidak mengunakan Alat Pelindung Diri (APD). aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang seharusnya menjadi syrat mutlak justru di abaikan. kondisi ini mencermikan lemahnya
pengawas serta indikasi kuat adanya praktik
kerja serampangan.

Baca Juga :  Bangunan RKB SDN Kelapa Dua IV Diduga Nyaris Roboh, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Terkesan Bungkam

Saat dijumpai, salah seorang pekerja menyebut bahwa pelaksana dari proyek U-Ditch yang dia kerjakan ini adalah seseorang yang bernama En, terkait teknis pemasangannya dia hanya mengikuti instruksi saja.

“Iya banjir, nggak disuruh nguras gimana, yang penting U-Ditchnya dipasang,” papar Pekerja yang tidak menyebutkan namanya.

Menyikapi hal ini, Seprian Ketua DPD LSM (PPUK). Provinsi Banten mendesak pengawas untuk segera melakukan pembenahan dan evaluasi, diharapkan juga PPTK monitoring langsung ke lokasi, agar pembangunan dapat maksimal.

“Pengawas dan PPTK nya harus kroscek lokasi, agar pelaksanaan proyek berjalan baik dan mendapat hasil yang maksimal, jangan sampai ada penyelewengan anggaran,” beber Baharudin kepada Wartawan.

Baca Juga :  Waduh, Bupati Tangerang Kunjungi Cluster Elite Padahal Dampak Banjir Lumpur Parah Di Binong

Pengawas kata Seprian, harusnya bekerja dengan ekstra dan menjalankan tugasnya dengan baik, jangan sampai timbul stigma negatif yang menjurus ke arah gratifikasi, sehingga tugas serta fungsi pengawas mandul.

“Percuma sih ada Pengawas, tetep aja hasilnya tidak sesuai spesifikasi, kita melihat sendiri bahwa dudukan posisi terpasangnya u-ditch tersebut tergenang air bahkan diduga adanya potensi hilangnya item mortal karna posisi mortal ada dibawah u-ditch sebagai pelapisan agar u-ditch tetap stabil” imbuhnya.

“Kami dari LSM PPUK akan segera mengirim surat klarfikasi secapatnya ke dinas terkait” tambahnya

Sampai berita ini diterbitkan, PPTK Kecamatan Kelapa Dua belum dikonfirmasi.

Penulis : mnk

Berita Terkait

Pelepasan Siswa PAUD Al Hidayah Berlangsung Meriah, CEO KLIKBERITA.TV Berikan Apresiasi
Reses Masa Persidangan Ke-III, Anggota DPRD Banten Jaring Aspirasi Warga Citra Pasundan
Saat Dimintai Klarifikasi Terkait Pengawasan Proyek, Camat Legok Enggan Berikan Tanggapan
Misteri!! Berdirinya Reklame di Sukabakti, Dugaan Kongkalikong Oknum Pejabat dan Pengusaha Menguat
Wadidaw! Proyek Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Aktivis Minta Evaluasi dan Pengawasan Ketat
Semarak! Warga RW 06 Sukabakti Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Pawai Obor
Korban Dugaan Pengeroyokan oleh Oknum Matel Gelar Konferensi Pers, Tegaskan Lanjutkan Proses Hukum
Warga Sukabakti Bangga, Kantor Kelurahan Kini Tampil Lebih Rapi dan Nyaman
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:30 WIB

Pelepasan Siswa PAUD Al Hidayah Berlangsung Meriah, CEO KLIKBERITA.TV Berikan Apresiasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:47 WIB

Reses Masa Persidangan Ke-III, Anggota DPRD Banten Jaring Aspirasi Warga Citra Pasundan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:22 WIB

Saat Dimintai Klarifikasi Terkait Pengawasan Proyek, Camat Legok Enggan Berikan Tanggapan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:59 WIB

Misteri!! Berdirinya Reklame di Sukabakti, Dugaan Kongkalikong Oknum Pejabat dan Pengusaha Menguat

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:23 WIB

Wadidaw! Proyek Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Aktivis Minta Evaluasi dan Pengawasan Ketat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!