Tangerang,Klikberitatv.com, – Pembekalan ratusan relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertemakan ‘Kolaborasi Mewujudkan Pangan Sehat dan Aman Dalam Pelayanan MBG’ di Remaja Kuring Resto Jl. Gatot Subroto KM 4,5, Jatiuwung, Sangiang Jaya, RT.001/RW.001, Sangiang Jaya, Kec. Periuk, Kota Tangerang, Banten. Senin,( 12/1/2026)
Pembekalan relawan dilaksanakan selama Dua hari dari 12-13 Januari 2026, dihadiri oleh Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi yang juga sebagai narasumber, Roy Marjuk, Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) diantaranya dari Polsek dan Koramil, Kecamatan, Kelurahan serta ratusan relawan.
Roy Marjuk yang kerap dipanggil Bang Roy menjelaskan bahwa “kegiatan ini adalah pembekalan untuk para calon relawan setiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang hari ini ada Tiga SPPG yang Kita lakukan pembekalan”.
”Ini merupakan langkah awal bagaimana Kita mensupport kegiatan MBG ini agar bisa berjalan dengan baik, bisa dikelola dengan baik sehingga dalam operasionalnya tertib dan bisa menghasilkan makanan yang bergizi, layak, aman dan sehat,” papar Bang Roy.
Kegiatan pembekalan ini tampak antusias relawan yang hadir sangat baik dikala hujan ratusan relawan tetap hadir, diantaranya dari Kel. Jatiuwung, Kel. Sangiang Jaya, Kel. Gebang Raya yang juga merupakan lokasi dapur MBG.
”Penempatan relawan menunggu arahan BGN (Badan Gizi Nasional) dimana dapur-dapur yang sudah siap running ini tinggal nunggu instruksi dan administrasinya selesai yang salah satunya di Sangiang Jaya kemungkinan di bulan ini sudah bisa berjalan,” ujar Bang Roy.
Roy Marjuk juga menambahkan “dapur diwilayah Kecamatan Periuk ada Dua yang hari ini ada pembekalan, dapurnya di Gebang Raya Satu, di Sangiang Jaya Satu”.
”Relawannya itu sendiri mayoritas warga sekitar dapur yang memang mereka tidak ada kegiatan dan ingin membaktikan dirinya menjadi relawan dan disetiap dapur ada Satu Ahli Gizi yang ditunjuk sesuai klasifikasi yaitu Sarjana Gizi yang nantinya didapur itu akan dikepalai oleh kepala dapur atau kepala SPPG yaitu SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), juga untuk mengatur akutansinya ada seorang ahli akunting yang memang nanti akan didaftarkan ke Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Roy Marjuk juga menjelaskan tahap berikutnya pasca pembekalan “mereka akan praktek dilapangan, orientasi mengenal lingkungan, mengenal dapur, mengenal cara-cara operasionalnya dan pembekalan hari ini sebenarnya adalah pembekalan mereka untuk menjadi penjamah makanan”.
”Penjamah makanan ini seyogianya nanti akan ada juga penyuluhan dari Dinas Kesehatan sehingga bersertifikasi tapi Kami dari yayasan bersama-sama dengan Mitra melakukan upaya ini, belajar itu kapan saja bisa Kita lakukan dan ini bagian dari upaya Kami mem filter terkait dengan para relawan yang benar-benar punya semangat dan Kami disini bukan cuma memberikan pengetahuan terkait penjamah makanan tapi disini Kami juga mengajarkan banyak hal, diantaranya personal higienis, CCV (Contractor Competency Verification) dan bahkan HSE (Health, Safety, and Environment) nya, jadi bagaimana mereka mempersiapkan mental, semangat lahir dan batin mereka sudah siap tempur dalam mengelola dapur ini,” tambahnya.
”Kegiatan ini adalah upaya Kita untuk meminimalisir kendala seperti hal-hal yang sering terjadi informasi kejadian-kejadian luar biasa seperti keracunan atau memberi efek kurang baik kepada penerima manfaat, maka dari itu Kami mengajak, sesuai dengan tema Kami adalah Berkolaborasi Mewujudkan Pangan Sehat Aman Dalam Layanan MBG” tandasnya.
”Untuk mengantisipasi, yang pertama gerbang kontaminasi bisa terjadi mulai dari personilnya, orangnya, kedua dari infrastruktur dan peralatannya dan ketiga adalah bahan bakunya, setelah itu cara pengelolaan yang kurang tepat, terkait semua itu Kami ada pengawasan, terkait dengan orangnya juga Kami melakukan pembekalan sehingga mereka nanti layak mendapatkan sertifikat penjamah makanan yang nanti juga dipandu oleh Dinas Kesehatan yang juga salah satu program awal Kita untuk menuju Kita mengurus Sertifikat Layak Izin Sanitasi, pertama itu, kedua Infrastruktur Kita buat serapih mungkin, seproper mungkin sehingga tempatnya bisa kelihatan bersih nyaman dan layak, selanjutnya untuk bahan baku tentunya dalam pengawasan hari-hari karena disini pun Kita diajarkan terkait bagaimana pemilihan dan penerimaan bahan baku karena banyak sekali bahan baku yang memang kadang-kadang supliernya tidak bertanggung jawab sehingga Kami juga mensortir suplier yang qualified yang memang bisa dipercaya,” tutupnya(red)






