TANGERANG – Pasca terjadinya kecelakaan fatal yang kembali merenggut nyawa di ruas Jalan Otonom Pasar Kemis–Cikupa, akhirnya dilakukan perbaikan dengan metode tambal sulam di sejumlah titik jalan berlubang.
Namun langkah tersebut justru menuai sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Wilayah LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (DPW LSM TAMPERAK) Provinsi Banten.
Ketua DPW LSM TAMPERAK Banten, Ahmad Sudita, menilai perbaikan yang dilakukan terkesan terburu-buru dan hanya bersifat sementara untuk meredam perhatian masyarakat.
“Sudah ada korban, baru bergerak. Polanya selalu begitu. Ditambal sulam, difoto, lalu dianggap selesai. Padahal kita semua tahu, tambalan seperti itu tidak akan bertahan lama,” tegas Ahmad Sudita kepada awak media, Kamis (12/2/26).
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lubang memang telah ditutup material aspal. Namun di beberapa titik, tambalan terlihat tipis dan tidak merata.
Ahmad Sudita menyebut, metode tambal sulam di jalur dengan beban kendaraan berat hanya menjadi solusi jangka pendek yang berpotensi kembali memicu kecelakaan.
“Ini jalan padat dan dilintasi truk-truk besar. Kalau hanya tambal sulam, paling hitungan minggu sudah hancur lagi. Jangan sampai korban berikutnya muncul karena pemerintah memilih solusi murah daripada solusi tuntas,” ujarnya keras.
Ia juga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun Pemerintah Provinsi Banten dalam memastikan kualitas pekerjaan perbaikan jalan tersebut.
“Kalau memang anggarannya ada, lakukan betonisasi atau hotmix menyeluruh. Jangan setengah hati. Jangan sampai publik menduga ini hanya proyek tambal sulam rutin yang terus berulang setiap tahun tanpa hasil signifikan,” sindirnya.
Menurut Ahmad Sudita, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar respons reaktif setiap kali terjadi kecelakaan yang viral di media sosial.
“Nyawa rakyat tidak boleh dihargai dengan tambalan tipis. Pemerintah harus berhenti bekerja dengan pola ‘tunggu korban, baru bergerak’. Ini soal tanggung jawab moral dan hukum,” tegasnya.
DPW LSM TAMPERAK menegaskan akan terus mengawasi proses perbaikan di Jalan Otonom Pasar Kemis–Cikupa dan tidak menutup kemungkinan melayangkan surat resmi hingga melakukan aksi jika perbaikan permanen tak kunjung direalisasikan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum dikonfirmasi mengenai rencana perbaikan permanen atau peningkatan kualitas konstruksi jalan di ruas yang selama ini dikenal rawan kecelakaan tersebut.(Red)







